<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999</id><updated>2012-02-16T02:10:09.601-08:00</updated><title type='text'>Goresan Pena</title><subtitle type='html'>Duniaku dalam Goresan Pena...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-3660305574921582286</id><published>2010-09-24T07:34:00.000-07:00</published><updated>2010-09-24T07:34:26.551-07:00</updated><title type='text'>Terkadang Cinta Saja tidak Cukup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlu belasan tahun saya memahami bahwa di dalam kehidupan ini cinta saja ga cukup untuk menjadikan hidup ideal.. Tidak mudah memahami mengapa jika orang saling mencintai namun tetep saja seringkali saling menyakiti. Ternyata ego yang berperan disini. Betapa sering saya menjumpai bahwa cinta seringkali luntur dan terlupakan ketika ego yg diprioritaskan. Bener kata orang tua "Emang kamu mau makan cinta?".. hahhaa klasik sekali terdengarya.. Saat merasakan gairah muda, statement klasik itu mudah saja kita patahkan, namun ketika kita menghadapi realita yang sangat kompleks, dan ketika kita sudah menjalani sendiri betapa tidak mudahnya mengatasnamakan cinta untuk semua aspek kehidupan, statement klasik itu sangat masuk akal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun ini saya dihadapkan pada sebuah keputusan untuk menyudahi hubungan yang tidak mudah. Saya sungguh sangat mencintai lelaki ini namun saya tidak lagi sanggup menghadapinya, tidak lagi mampu bersamanya. Saya bertahan cukup lama atas nama cinta dan pengorbanan, namun pada akhirnya saya sadar bahwa itu tidak cukup. Seringkali saya ingatkan kpd kekasih saya saat itu, tolong jaga dan pelihara cinta ini dengan sikap dan perilaku yang baik dan benar. Namun ia tidak pernah mau mendengar saya, menurutnya cinta kami saat itu sudah cukup. Buatnya tak perlu juga melakukan pengakuan terhadap cinta kami kepada orang lain.. Saya tidak menyalahkannya karena setiap orang memiliki pemahamannya sendiri2. ia bukan orang yag jahat hanya saja seringkali orang baik belum tentu benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama hidup saya, saya tidak pernah menemukan kehidupan keluarga yang ideal dan harmonis. Saya harus belajar tentang hidup dengan banyak hal yang tidak pernah mudah, mencari jalan sendiri walau seringkali saya menemukan jalan buntu dan harus menabrak tembok2, wujud dari&amp;nbsp; konstruksi kewajaran. Saya seringkali bertanya mengapa kedua orangtua saya berbeda dari orangtua pada umumnya, padahal keluarga ini ada berawal dari sebuah cinta. Dan setelah saya cukup besar dan menemukan banyak hal dalam hidup, kini saya sadar bahwa tidak semuanya bisa kita beli dengan cinta untuk menuju ideal dan saya mulai merelakannya. Bahwa kita harus berhenti berharap pada hal yang sudah diluar kuasa kita, meski perjuangan kita selama ini tidak mudah. Dan buat saya meski hasil dari perjuangan kita tidak sesuai dengan expectasi selama ini, bukan berarti sia-sia. Karena kita belajar banyak dari proses perjuangan itu. Dan kita bisa membawa pelajaran itu sebagai bekal dalam melangkah menuju harapan yang baru. Sometimes we have to let it go and move on.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sama hal nya seperti keputusan saya untuk meninggalkan kekasih hati saya kemarin, saya tidak lagi menyayangkan kenangan atau perjuangan hubungan kami atau menyayangkan cinta kami yg harus kandas. karena saya tau, akan ada seseorang yang lebih baik lagi didepan sana menunggu saya. Dan Tuhan sudah mengaturnya. Mungkin kekasih saya kemarin memang orang yg saya inginkan sebelumnya, namun Tuhan lebih tau kebutuhan saya dan mungkin lelaki itu bukan seseorang yang saya butuhkan, sekalipun ia adalah orang yang saya inginkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan kini saya juga tidak ngoyo mengapa masalah hidup saya seakan tak pernah selesai, kenapa Tuhan tidak memberi pertolongan dan menyelesaikan permasalahan2 ini secepatnya, belasan tahun bukan waktu yang sebentar. Tapi saya percaya sekarang bahwa Ia datang tepat pada waktunya, tidak terlambat dan tidak terlalu cepat karena semua akan indah tepat pada waktunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Regards&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Elza Astari Rd&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-3660305574921582286?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/3660305574921582286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=3660305574921582286' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/3660305574921582286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/3660305574921582286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2010/09/terkadang-cinta-saja-tidak-cukup.html' title='Terkadang Cinta Saja tidak Cukup'/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-1248232249520574196</id><published>2010-09-19T09:42:00.000-07:00</published><updated>2010-09-19T09:42:00.054-07:00</updated><title type='text'>Mengapa kami harus di karbit?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pulang gereja malam ini saya teringat oleh seorang anak ABG (anak baru gede) perempuan penjaga warung burjo dekat kost yang sebelumnya tidak pernah saya datangi.. Pada kunjungan pertama saya, entah mengapa saya tertarik dengan anak perempuan ini. saya melihat dia memiliki banyak potensi namun sayang dia terlihat sebagai seorang yang harus matang sebelum umurnya.. Dari sikapnya, dari cara bicaranya dan dari pembawaannya saya melihat seorang dewasa yg terperangkap dalam tubuh anak abg..Namun saya lihat bukan 'dewasa' yang seharusnya..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Saya kembali ke warung burjo tersebut karena saya ingin bertemu anak ini untuk saya ajak ngobrol. Sejak awal saya melihat sesuatu dari anak ini. Jeti namanya, asli dari wonosari gunung kidul, anak kedua dari 4 bersaudara. Ia bercerita seharusnya ia sekarang kelas 1 SMA namun ia putus sekolah karena orangtuanya tidak memiliki biaya. Sudah 2 hari ia tidak tidur karena menggantikan shift jaga temannya. Saya lihat matanya berkantung. Saya banyak tanya namun tidak jarang saya speechless mendengar apa yang ia katakan. Karena saya bingung harus menghibur dengan cara apa. Saya tidak suka menjadi sok tau dengan menceramahinya, meski secara logika saya bisa jawab, tapi saya tidak berada dalam kondisinya dan meski saya berusaha untuk berempati sebaik mungkin, saya tetap tidak bisa merasakn nyata apa yang jeti rasakan. Orangtuanya tak lagi bekerja dan uang hasil kerja jeti seringkali diambil ibu nya. Kakaknya lelaki berumur 28 tahun yang masih luntang lantung tak jelas,,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mungkin saya dan jeti memiliki kisah hidup yang berbeda namun ada 1 kesamaan dari diri kami. Saya dan jeti dikarbit sejak kecil oleh keadaan, oleh kenyataan hidup yang tak pernah mudah. Mungkin ketertarikan saya yg begitu besar kepada jeti karena saya melihat aura kesamaan yang kami miliki, hal yag tidak bisa dijelaskan dengan kata2, yang tidak bisa diraba namun hanya mampu dirasa, karena hal tersebut sangatlah kasat mata. Saat saya sedang menikmati nasi telur sarden buatan jeti, saya mendengar percakapan jeti dengan temannya diseberang telepon. Saya tertawa sendiri mendengar jeti berusaha memberikan saran cinta untuk sang teman. Setelah itu jeti bercerita soal masalah cinta temannya dan secara tersirat saya mengetahui jeti memiliki lebih dari satu pacar. Saya hanya tersenyum geli.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pelanggan burjo yang datang kebanyakan lelaki dan hampir semuanya dikenal dekat oleh jeti. Sungguh ganjil saat saya melihat bgaimana jeti bergurau dengan 'teman2nya ini'. Namun sejauh yang saya lihat tidak ada tanda2 pelecehan dari para pelanggan. Mungkin seperti saya, pelanggan2 disini datang karena ingin bertemu jeti, ia seorang yang humble, ceria dan menyenangkan. Saya suka bagaimana jeti memberikan perhatian lebih pada para pelanggan. Bahkan pada kedatangan saya yang pertama, saya sempat mendengar sedikit seorang pelanggan pria seumuran saya yang sedang curhat kepada jeti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Entah mengapa sosok jeti sangat berkesan dimata saya, namun yang jelas bukan karena masakannya (karena jujur saja, tidak ada yang spesial dari masakannya). Kehangatan matanya membuat saya betah ingin duduk lama mendengar cerita2nya..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Saya tau, diluar sana banyak sekali jeti lain yang memiliki kisah yg sama atau berbeda namun memiliki kesamaan pada 1 hal, yakni betapa kerasnya tempaan hidup diumur yang masih dini. Saya paham bagaimana rasanya, meski saya tau masih banyak orang yang memiliki beratnya beban hidup melebihi saya ataupun jeti. Namun demikianlah adanya, kehidupan yang dikarbit tidak pernah mudah. Dan sampai saat inipun saya masih bertanya-tanya mengapa saya yg harus merasakannya? mengapa bukan si A atau si B? mengapa si C hidupnya begitu mudah? Tidak jarang saya iri. Namun satu yang saya tau, inilah hidup. There is a reason mengapa saya atau jeti yang merasakannya. banyak yang bilang mungkin saya harus melalui banyak sekali penderitaan melebihi orang lain seusia saya karena Tuhan tau saya mampu menghadapinya, dan bahwa semua itu untuk alasan yang akan saya ketahui esok nanti. Saya memilih untuk mempercayainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pengkarbitan hidup ini selalu saya coba syukuri, meski tidak mudah. Namun kalau sampai saat ini saya masih mampu bertahan, artinya memang ada alasannya bukan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Elza Astari Rd&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-1248232249520574196?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/1248232249520574196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=1248232249520574196' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/1248232249520574196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/1248232249520574196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2010/09/mengapa-kami-harus-di-karbit.html' title='Mengapa kami harus di karbit?'/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-9194120646365195793</id><published>2010-05-13T11:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T13:52:22.257-07:00</updated><title type='text'>Jalan Memutar Belum Tentu Salah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ketika kita mendapat sebuah persimpangan jalan, menghadapi pilihan di depan mata yg banyak sekali cabang dengan segala resiko yg dapat di perkirakan, terkadang kita memilih hal yg efisien, praktis dan 'dianggap' benar jika dilihat dari permukaan. Namun coba sekali kita renungkan langkah-langkah yg akan kita ambil hingga detail. Saya ingin menceritakan sedikit pengalaman mengenai hal ini. Setahun belakangan saya menghadapi stuck dalam akademi. Dalam program kuliah kerja lapangan saya yg pertama kali saya merasa kurang total dan optimal dalam menjalaninya hingga saya kesulitan dalam membuat laporan. Ini kesalahan saya. Saya merasa gagal selama setahun dalam menghadapi diri saya sendiri. Kesalahan saya berdampak pada akademis yang akhirnya menjadi terbengkelai. Padahal kalau dirunut kembali proses akademis saya hanya tinggal laporan magang dan skripsi. Namun inilah hidup, selalu ada jatuh bangun even hal itu karena kebodohan kita sendiri. Saya kemudian memutuskan melepas beasiswa saya yg saya dapat dari awal saya kuliah karena saya merasa sudah tidak layak lagi mendapatkannya. Tapi bagi saya, saya tidak pernah menyesal akan apa yg terjadi dalam hidup saya. Itulah proses dan selalu ada pelajaran yg bisa saya ambil. Setelah setahun saya berkubang pada kemalasan, ketidakdinamisan dan ketidakidealan bagi hidup saya, akhirnya saya bangkit dan memperbaiki kegagalan2 dalam hidup saya satu persatu, dan sampai saat ini saya masih berusaha.&lt;br /&gt;Banyak pertimbangan yg saya pikirkan dengan segala kemungkinan2nya yg dpt saya perkirakan. Namun saya mencoba satu persatu membenahi masalah2 saya. Saya membenahi masalah percintaan yg saat itu sangat menyita waktu saya dengan label sebuah 'asa' atau 'rasa'. Setelah kemarin saya dapat menghandle urusan cinta, saya mulai menyusun puzzle semangat hidup akademis saya. Saya tipikal orang yg berusaha sebaik mungkin memperbaiki kegagalan dan enggan setengah2 dalam mengambil keputusan, saya akhirnya memilih untuk starting over dalam memperbaiki urusan kuliah kerja lapangan saya. Saya akhirnya memutuskan untuk memulai lagi dari awal dan kembali lagi mengulang magang saya. Ini sangatlah berat pada awalnya, banyak yg menentang karena dibilang buang2 waktu, biaya (mengingat masalah pembayaran SKS dan administrasi macam2 ketika saya memilih untuk magang di luar kota yogya), tenaga dan banyak hal lainnya. Namun pada saat itu, saya berpikir daripada saya memaksakan membuat laporan dengan banyak keterbatasan input, saya takut akan terjadi banyak pembuatan hasil yang terkesan dibuat2 atau dilebih2kan. Saya juga tidak menginginkan karya dengan hasil yg sangat kurang. Wakaprodi saya sangat menentang, namun Puji Tuhan dosen pembimbing saya sangat mendukung saya. Akhirnya saya harus membuat proposal lagi dengan mengikuti prosedur dari awal dengan proses kampus saya yang cukup rumit. Permasalahan saya harus di rapatkan oleh Prodi untuk menentukan boleh atau tidaknya saya mengulang magang. Saya juga harus hunting media massa di jakarta untuk tempat saya magang, panas dan hujan berhari-hari saya dijalan bersama kakak saya tersayang yang selalu mendukung tiap keputusan saya. Puji Tuhan lagi dosen pembimbing saya membantu saya sekali hingga saya boleh mengulang magang dan kemudian perjuangan saya tidak sia-sia karena saya mendapat kesempatan magang di salah satu media massa terkemuka di Indonesia,&lt;br /&gt;yakni Metro TV.&lt;br /&gt;Saya mendapat banyak pengalaman luar biasa di Metro TV pada divisi Program director News dan ini adalah salah satu kesempatan yg belum tentu didapatkan setiap orang. Bahkan pada satu kesempatan saya di anjurkan untuk memasukkan lamaran di Metro TV oleh Chief program Director saya, namun saya terbentur karena belum lulus kuliah. Semoga kesempatan ini masih akan ada ketika saya lulus nanti.&lt;br /&gt;Akhirnya banyak teman dan banyak pihak yang pada awal mengatakan saya bodoh mengambil keputusan ini kemudian memuji saya. Seperti inilah diri saya, karena buat saya meski saya harus mengambil langkah atau keputusan yang tidak efisien atau bahkan terkesan sangat bodoh namun jika perkiraan saya akan menghasilkan banyak manfaat, pelajaran, pengalman dan bahkan kesempatan baik untuk masa depan saya, saya akan mengambil langkah itu meski banyak yang menentang. Daripada saya harus memaksakan diri berlari dalam posisi keterbatasan, saya memilih memulai dari awal bahkan dari nol dan mulai menyusun lagi sedikit demi sedikit untuk hasil yg lebih maksimal. Saya sadari bahwa terkadang we have to let something to goes away and starting from begining to gets the better results. Maksud saya adalah kita tidak harus selalu memaksakan keadaan untuk berjalan seperti pada mestinya jika usaha yg kita lakukan tidak akan mndapat hasil yg baik, kita bisa memulai sesuatu yg baru dengan tujuan yg sama dan usaha yg berbeda agar hasilnya akan jauh lebih baik dari yg kita harapkan.&lt;br /&gt;Point saya disini adalah bahwa tidak ada salahnya kita sedikit memutar jalan untuk sampai pada tujuan kita.. karena ada banyak kemungkinan di jalan alternatif ini kita akan menemukan banyak hal positif dan menguntungkan untuk bekal yg dapat kita pergunakan bahkan dapat kita nikmati hasilnya di tempat tujuan kita. Mengikuti jalan yg sudah terkonstruksi jg tidak berarti salah, namun selalu ada harga yg harus dibayar untuk tiap keputusan dan langkah yg kita ambil. Kita hanya butuh waktu untuk duduk sebentar dan memikirkan jauh lebih dalam lagi kemungkinan2 yg akan terjadi dari tiap2 pilihan yg ada di depan kita.&lt;br /&gt;Bahwa hidup dan realita itu terkadang memang menyakitkan, namun itulah yg menjadi motivasi kita untuk terus maju dan menjadi lebih baik. Selalu berprinsip melakukan dan berkarya yang terbaik daripada berpikir menjadi yang terbaik akan membuat hidup kita menjadi lebih bermakna dan berguna buat banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Regards&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Elza ARd&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-9194120646365195793?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/9194120646365195793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=9194120646365195793' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/9194120646365195793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/9194120646365195793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2010/05/ketika-kita-mendapat-sebuah.html' title='Jalan Memutar Belum Tentu Salah'/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-5882720743206612991</id><published>2009-02-26T09:28:00.001-08:00</published><updated>2009-02-26T09:37:39.586-08:00</updated><title type='text'>MEMBERI BELUM TENTU MENDIDIK</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Para anak kecil berlarian menghampiri kendaraan-kendaraan yang berhenti karena tercegat oleh lampu merah. Setelah itu, mereka menghampiri kendaraan satu persatu sambil mengulurkan tangannya tanda meminta uang. Terkadang ada beberapa anak yang jika tidak diberi uang, lalu memukul atau mencubit dan memaki dengan kata-kata kasar terhadap orang yang ia pinta-pintai. Hingga terkadang orang-orang terpaksa memberi uang agar tidak dikasari oleh mereka, padahal membudayakan memberi pengemis sangat tidak mendidik. Setelah anak-anak itu mendapatkan hasil, mereka kemudian berlari kembali kearah trotoar dan memberikan “panen”nya ke Ibu mereka masing-masing yang menunggu mereka sambil mengobrol satu sama lain dan memakai perhiasaan emas sambil membawa HandPhone yang tergolong canggih.&lt;br /&gt;Meskipun Yogyakarta dikenal sebagai kota budaya nan tenteram serta kota dengan pendidikan yang terbilang lebih maju dibanding dengan kota lain, tetap saja terdapat permasalahan kemiskinan yang terwujud melalui banyaknya kumpulan pengemis diberbagai daerahnya. Padahal kota Yogya kini telah beranjak menjadi kota metropolitan yang semakin berkembang dan maju. Terbukti dengan banyaknya tempat perbelanjaan mewah baru seperti Plaza Ambarukmo, Saphir Square dan beberapa kawasan perbelanjaan. Belum lagi menjamurnya arena gaul dan tempat nongkrong anak muda dengan status ekonomi sosial menengah keatas.&lt;br /&gt;Namun sejalan dengan perkembangannya, fenomena diatas sering kita jumpai di kota Yogya ini. Namun yang paling kentara dan belum ada perubahan positif yakni di pertigaan lampu merah Universitas Negeri Islam Sunan Kalijaga. Sangat menyayat hati ketika anak-anak kecil dari siang hingga hampir tengah malam mengemis namun ibu-ibu mereka hanya duduk-duduk dan tinggal menadahkan tangan menerima hasil mengemis anak-anaknya.&lt;br /&gt;Kegiatan meminta-minta dipinggir jalan atau ditempat umum sudah tidak lagi berdampak afeksi dewasa ini. Fenomena yang sudah membudaya secara turun temurun bagi pihak yang melakoninya, telah menimbulkan banyak keprihatinan oleh berbagai kalangan. Sayangnya, bagi pihak pemberi uang malah juga membudayakan diri dengan memberi uang dengan berbagai alasan, tanpa memikirkan aspek psikologis dan pendidikan. Pihak pemerintah pun tidak memprioritaskan permasalahan ini, hingga kemalasan pengemis semakin diluar batas, padahal banyak diantara mereka yang tergolong mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;Seperti yang diungkapkan Briptu Dani, seorang polisi yang bertugas menjaga pos polisi di pertigaan UIN Sunan Kalijaga, “ saya juga bingung, katanya pengemis tapi kok itu pengemis pada bawa hp, pada telepon-teleponan dan pake perhiasan, karena saya lihat sendiri, saya jadi gak habis pikir “. Hampir semua orang yang melewati pertigaan UIN Sunan Kalijaga melihat langsung ibu-ibu dari pengemis anak disana duduk ditotoar dengan menggunakan perhiasaan dan membawa Handphone. Bahkan terkadang mereka mengeluarkan lembaran-lembaran uang lima puluh atau seratus ribuaan.&lt;br /&gt;Adapun faktor utama penyebab timbulnya kalangan pengemis di Indonesia adalah karena kemiskinan dan kurangnya pendidikan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa kealpaan pemerintah dalam mengatasi masalah ini juga menjadi faktor terus menambahnya pengemis. Jika pemerintah lebih memprioritaskan aspek pendidikan dan kemiskinan di negara kita, dan bukan malah berkutik dalam kancah politik untuk memperebutkan kekuasaan, pasti keberadaan pengemis yang sebenarnya sangat krusial  paling tidak  berkurang. Namun peranan pemerintah dalam masalah ini sangat minim karena tidak pemerintah prioritaskan, padahal kalau dilihat secara luas, permasalahan keberadaan pengemis ini menyangkut kesejahteraan dan kelangsungan hidup seluruh Warga Indonesia.&lt;br /&gt;Sementara itu, paling tidak ada beberapa kalangan kritis yang merasa fenomena yang terjadi dalam masalah pengemis ini menunjukan kelemahan manajemen pemerintah pusat maupun daerah dalam megurus dapur rumah tangga mereka. Banyaknya khilaf dan kelalaian dalam mengatasi masalah pengemis ini menjadikan masyarakat semakin tidak percaya akan rezim pemerintahan di Indonesia.&lt;br /&gt;Kegiatan mengemis di pertigaan UIN Sunan Kalijaga dan daerah-daerah lainnya yang ada di Yogya ataupun Indonesia telah menimbulkan banyak keprihatinan dari beberapa pihak dan kalangan. Hal ini disebabkan karena kegiatan tersebut bukan lagi sebagai sarana untuk membantu fakir miskin, namun sudah dijadikan sebagai profesi pihak-pihak yang melakoninya. Bahkan hampir disemua daerah di Indonesia terdapat mafia yang mengkoordinir untuk kegiatan ini. Beberapa hal yang dilakukan oleh mafia tersebut yakni seperti penyediaan anak kecil untuk melakukan pekerjaan meminta-minta, penyewaan anak kecil atau bayi sebagai sarana yang akan menimbulkan rasa kasihan atau aspek afeksi bagi orang-orang yang melihatnya lalu akan memberi santunan bagi pengemis. Selain itu banyak kegiatan yang dilakukan anak jalanan, gelandangan dan pengemis seperti mengelap kendaraan yang berhenti dilampu merah, menyapu kendaraan umum lalu meminta kompensasi dengan paksa, membuat masyarakat menjadi tidaknyaman. Belum lagi dengan adanya permintaan santunan dari lembaga-lembaga atau instansi agama dan sejenisnya yang tidak jelas keberadaanya serta visi dan misinya.&lt;br /&gt;Kejadian-kejadian seperti itulah yang terkadang luput dari koordinasi pemerintah. Tidak terjaminnya pendidikan di Indonesia bagi masyarakat miskin memunculkan krisis moral bagi mereka. Lebih mengenaskan lagi yang terjadi pada anak-anak yang harus terpaksa mengemis. Anak-anak yang seharusnya masih dalam masa bermain dipaksa mengemis untuk menafkahi hidupnya atau orangtuanya.&lt;br /&gt;“ Panas mbak kalo jam 1 siang “, ungkap Teguh, seorang pengemis anak di pertigaan UIN Sunan Kalijaga sambil menyerahkan uang yang baru ia dapat ke Bu Yanto, ibu nya. Bukan hanya teguh yang merasakan kepanasan, banyak teman-temannya juga yang merasakan panas bahkan kedinginan ketika mereka harus tetap mengemis di saat hujan turun. Permasalahan pengemis memang sudah seharusnya dijadikan prioritas oleh pemerintah dan harus segera di tanggulangi. Seperti yang diungkapkan Anneke Christine Clarenthia S, mahasiswi prodi Komunikasi, bahwa seharusnya pemerintah tidak hanya memberikan penyuluhan terhadap pengemis dan gelandangan, namun juga memberikan alternatif pekerjaan kepada mereka agar mereka tidak kembali mengemis.&lt;br /&gt;Seyogiyanya pemerintah setelah memberikan penyuluhan, juga memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan. Contohnya saja ketermpilan membuat handycraft khas Indonesia yang kemudian menyediakan lapangan pekerjaan dan menjual serta mengekspor hasil pekerjaan mereka. Dengan demikian tidak hanya memberikan pekerjaan pada para gelandangan dan pengemis, namun pemerintah juga diuntungkan dari devisa yang masuk. Mungkin akan terasa sulit jika langsung megkoordinir di seluruh Indonesia, namun jika dimulai dari tiap-tiap daerah, mungkin akan sedikit lebih ringan (terkait dengan siatem desentralisasi). Selain itu juga, pemerintah akan konsisten menjalani pasal 34 UUD’45 yang mengatakan bahwa gelandangan dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara.&lt;br /&gt;Untuk kita semua juga diharapkan untuk lebih bijak lagi dalam memberi santunan bagi pengemis, karena jika kita terus-terusan memberi mereka santunan tanpa melihat bahwa sebenarnya mereka masih mampu bekerja, artinya kita hanya memanjakan mereka dan membuat mereka semakin malas bekerja. Kini, sudah selayaknya kita mendidik para pengemis khususnya yang berada di Yogya agar dapat mengandalkan diri sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-5882720743206612991?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/5882720743206612991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=5882720743206612991' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/5882720743206612991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/5882720743206612991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2009/02/memberi-belum-tentu-mendidik.html' title='MEMBERI BELUM TENTU MENDIDIK'/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-7961469355026392450</id><published>2009-02-26T09:28:00.000-08:00</published><updated>2010-09-21T05:59:18.169-07:00</updated><title type='text'>MTV (MUSIC TELEVISION)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;”Sebuah Sarana Pergeseran Budaya dan Kehidupan Sosial”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;Menyadari peran media massa yang begitu kuatnya pada sistem yang terjadi di masyarakat membuat saya mengkritisi betapa kuatnya kontrol media yang telah terkonstruksi sedemikian rupanya. Salah satu fenomena yang terjadi adalah kuatnya efek sebuah program televisi dengan segmentasi anak remaja, yaitu MTV (Music Televition).&lt;br /&gt;Sebuah program yang dibawa oleh Negara super power Amerika Serikat ini menjadi sebuah ‘kiblat’ yang sangat berpengaruh bagi sebagian anak muda dalam mengikuti arus kehidupan yang dikenal dengan tajuk “gaul”. Bentuk yang dihadirkan adalah segala trend terbaru, mulai dari musik, fashion, makanan, hingga lifestyle. Mengingat program yang didalangi oleh Amerika Serikat, tentu saja sajian dan kemasan di beberapa negara yang mendapatkan hak siar MTV termasuk Indonesia, juga memiliki kemasan yang tidak jauh berbeda. Hingga industri kapitalis seperti makanan, fashion hingga label perusahaan musik pun mendapatkan untung besar-besaran karena pesan-pesan yang ditampilkan oleh MTV.&lt;br /&gt;Anak muda, atau anak remaja yang sedang puberlah yang menjadi sasaran utama oleh MTV. Ini disebabkan karena pada usia remajalah dimulainya awal pencarian identitas seksual dan pemfokusan pada pencarian jati diri, hingga emosi mereka masihlah sangat labil dan dapat dipengaruhi (ditanamkan sebuah konstruksi budaya) dengan sangat mudah . Mereka mulai lepas dari tradisi dalam rumah, mulai meninggalkan disiplin sosial dan berpotensi mengembangkan disiplin pribadi (mypalette.multiply.com).&lt;br /&gt;Ketika melihat lebih jauh lagi, adanya MTV tidaklah hanya sekedar adanya saja. Tanpa sadar, acara-acara yang ditampilkan oleh MTV berpengaruh sangat kuat. Ketika MTV telah mem-’bandrol’ dirinya sebagai acara untuk anak ”gaul”, maka tertanam pula bahwa hanya mereka yang menonton MTV sajalah yang dapat dikatakan ”gaul”. Banyak propaganda yang ditanamkan melalui acara-acara tersebut. Dilihat dari perspektif Kolonialisme elektronik yakni sebuah penjajahan dalam bentuk pikiran dengan media massa sebagai sebuah sarana, MTV jelas saja telah menghasilkan hasil yang mengagumkan karena hampir semua target audiens MTV berperilaku seperti apa yang disampaikan serta dikonstrusikan oleh MTV.&lt;br /&gt;Dalam Kolonialisme Elektronik dijelaskan bahwa penjajahan elektronik ini mencari pengaruh dan kontrol pikiran. Tujuannya adalah untuk mempengaruhi sikap, kehendak, kepercayaan, gaya hidup dan perilaku konsumen, (Global Communication, McPhail 2006). Seperti yang dapat dilihat dalam kenyataan sehari-hari bahwa mereka yang mengkonsumsi MTV memiliki style dan lifestyle yang hampir sama bahkan mengikuti semua kehidupan dan apapun yang mereka lihat di acara MTV. Seperti berbicara gaul, campuran Indonesia-British, mengonsumsi junkfood atau budaya ’kongkow’ untuk mengisi waktu luang atau memang sengaja meluangkan waktu untuk bisa ’kongkow’ agar bisa disebut ’gaul’.&lt;br /&gt;Tidak hanya sekedar itu saja, fenomena yang disebabkan oleh hadirnya MTV berkaitan erat dengan perspektif kultivasi. Analisa kultivasi mempelajari apa dan bagaimana televisi membantu menghasilkan konsepsi penonton tentang kenyataan sosial, (Bryant, J &amp;amp; D Zillmann. Media Effects: Advances in Theory and Research. 2002 : 45). Menurut perspektif kultivasi, televisi merupakan media utama bagi audiens untuk belajar tentang masyarakat dan kultur di lingkungannya. Ketika menonton acara MTV di televisi maka mereka melihat bahwa apa yang ditayangkan oleh MTV merupakan sebuah realitas yang harus dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Dalam arti lain, persepsi yang muncul dalam benak kita sangat ditentukan oleh televisi. Melalui kontak dari televisi maka mereka belajar tentang dunia, orang-orangnya, nilai-nilainya, dan adat istiadatnya. Seperti itulah yang terjadi dengan munculnya MTV di berbagai belahan negara khususnya Indonesia. Melalui penanaman konstruksi pesan dari MTV, budaya timur yang ada di Indonesia tergeser menjadi budaya kebarat-baratan bagi anak muda pengonsumsi MTV.&lt;br /&gt;Contohnya saja ketika MTV mengkampanyekan hari HIV Aids secara besar-besaran dan disponsori oleh salah satu produk kondom. Secara tidak langsung MTV mendukung adanya freesex yang notabene merupakan budaya barat. Akibatnya anak muda Indonesia pun melupakan tradisi mereka sebagai bangsa timur yang tidak menghalalkan adanya budaya freesex tersebut. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-7961469355026392450?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/7961469355026392450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=7961469355026392450' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/7961469355026392450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/7961469355026392450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2009/02/mtv-music-televition-sebuah-sarana.html' title='MTV (MUSIC TELEVISION)'/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-3178849041753977072</id><published>2008-04-19T10:21:00.000-07:00</published><updated>2010-09-21T06:02:29.687-07:00</updated><title type='text'>Ajari aku…</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: verdana;"&gt;Ajari aku…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tuhan, ajari aku untuk lebih bisa mengerti daripada dimengerti oleh orang lain..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tuhan, aku ingin lebih banyak memberi daripada harus diberi..&lt;br /&gt;Aku ingin banyak menolong, daripada ditolong..&lt;br /&gt;Biarkan aku untuk lebih banyak mencintai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;daripada dicintai oleh siapapun, Tuhan..&lt;br /&gt;Aku ingin lebih banyak menyayangi ketimbang disayangi..&lt;br /&gt;Buat aku Tuhan, untuk lebih bisa menghargai daripada dihargai..&lt;br /&gt;Aku juga ingin banyak menerima dibandingkan diterima..&lt;br /&gt;Biarlah aku lebih banyak disakiti daripada menyakiti..&lt;br /&gt;Karena bagiku,,, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;menyakiti siapapun bahkan lebih menyakitkan dibandingkan disakiti..&lt;br /&gt;Ajari aku Tuhan, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;untuk mampu menerima setiap asa,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;dalam puing-puing puzzle putaran hidupku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-sha-&lt;br /&gt;011106&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;                                                &lt;i&gt;catatan saat dini hari&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-3178849041753977072?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/3178849041753977072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=3178849041753977072' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/3178849041753977072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/3178849041753977072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2008/04/ajari-aku.html' title='Ajari aku…'/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-3804020171547903180</id><published>2008-02-23T10:41:00.000-08:00</published><updated>2011-07-24T22:59:28.394-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-3804020171547903180?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/3804020171547903180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=3804020171547903180' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/3804020171547903180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/3804020171547903180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2008/02/blog-post.html' title=''/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-8822920553731317471</id><published>2007-10-29T08:05:00.000-07:00</published><updated>2007-10-29T09:33:33.583-07:00</updated><title type='text'>KALAU SAYANG, KENAPA HARUS KASAR?</title><content type='html'>Ini sebuah intermezo lagi..&lt;br /&gt;Kemaren, gw ma pacar gw maen ke Taman Pelangi yang diadaiin di Monjali selama bulan Oktober 2007. Disana itu, diadaiin acara semacam pasar malem tapi lebih mewah dan emang Target pasar primer adalah keluarga yang mempunyai anak-anak kecil. Kaya taman bermain atau Taman Ria gitu deh...&lt;br /&gt;Disana banyak orangtua yang dateng dengan anak nya. Mereka semua terlihat senang dan antusias banget main dibanyaknya arena permainan.&lt;br /&gt;Lalu ketika gw istirahat di jembatan yang menuju pintu masuk Monjali, disebelah gw  ada orangtua yang belum begitu tua sambil membawa anak cowok yang perkiraan gw berumur 7 tahunan gt. Gw foto2 ditempat itu, sementara keluarga kecil itu berbicara dengan agak"panas" suasananya. tapi gw ga tau mereka ngomongiin apaan.&lt;br /&gt;Tiba-tiba sang ayah menampar anaknya keras bgt, ampe anak itu hampir jatoh. Anak itu lalu langsung memeluk sang ibu yang menurut gw sedari tadi menahan tangis (agak berkaca-kaca matanya). Sang ibu lalu mempererat pelukan anaknya dan menangis kecil. Setelah itu, ibu muda itu mengajak anaknya pergi untuk melihat-lihat arena permainan lain dengan tujuan menghibur anaknya, sementara sang ayah hanya merokok saja.&lt;br /&gt;Gw n mas gw cuma pandang2an. Miris bgt gw liat kejadiaan itu. Dan gw tambah miris, ketika sang ibu melihat itu, dia hanya mampu terdiam, hanya mampu menangis. Kalau gw ada diposisi sang ibu, gw langsung tabok balik suami gw n ceburin ke sungai yang ada dibawahnya itu.&lt;br /&gt;Biarbagaimanapun nakalnya seorang anak, tetap ada batasannya untuk menghadapi anak. Kalopun hatus terpaksa memukul anak, ya kira-kira aja dong!!! Tu bapak mukul anaknya, dah seperti nempeleng. Udah kaya lagi ngehajar maling. Bayangin aja coba, dia bisa-bisa nya menempeleng anak sendiri didepan umum, didepan banyak pasang mata. Gmn coba kalo dirumah??? Bisa babak belur kali tuh sang anak. Kalo ma anaknya aja tega, berani gw jamin pasti istrinya juga menjadi korban kebrutalannya..&lt;br /&gt;Ga lama setelahnya, sang ibu dan anak balik lagi. Ayah brutal itu masih tetep aja menangkring diatas jembatan sambil ngerokok (rasanya gw pengen ceburin aja tuh manusia). Dan yang gw heran, si anak malang itu udah ketawa-tawa sama ibu nya. Ibunya juga ketawa meski keliatan bgt tawa itu sangat terpaksa. Gw bisa ngeliat kepedihan di mata sang ibu.&lt;br /&gt;Gw dan ade gw juga sering dimarahin ma bonyok gw, dan gw ataupun ade gw sedih banget bahkan sering kita ngambek dan manyun gara2 diomelin. Padahal itu cuma diomelin. Syukurnya Bonyok gw ga pernah melakukan tindak kekerasan ke anak-anaknya.&lt;br /&gt;Tapi anak ini sudah sangat2 diperlakukan kasar, namun sedetik kemudian dia bisa tersenyum lagi, tertawa-tawa. Seolah-olah dia ga pernah disakiti oleh orang yang dia sayang.. Gw ga tau apa dia memaafkan perlakuan ayahnya atau tidak, tapi yang gw tau, anak ini sangat tangguh, anak ini tidak merasa perlakuan ayahnya sebagai sebuah gangguan yang berarti, dan gw sangat ngerasa ga ada apa2nya sama dibanding ini. Betapa hebatnya anak lelaki kecil ini.&lt;br /&gt;Buat gw, kejadiin ini sebuah &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;pelajaran hidup&lt;/span&gt; lagi buat gw. Banyak banget yang bisa gw syukuri dalam hidup gw ketika gw liat kejadiian ini didepan mata gw. Gw bersyukur memiliki orangtua yang tidak pernah berbuat kasar ke anak-anaknya (nyokap gw pernah mukul gw wktu gw kecil karena gw bndel, tapi abis itu yang nangis kejer bukannya gw tapi malah dia, he2, dan akan gw inget sampe kapanpun kejadiaan ini). Gw bisa belajar dari anak kecil tadi, bahwa biar bagaimanapun jeleknya orangtua kita, kita tetap harus bisa memaafkan mereka, harus tetap menyayangi mereka dan menghormati mereka.&lt;br /&gt; Gw juga belajar sebagai seorang perempuan yang nantinya akan menjadi seorang ibu, bahwa gw ga boleh kalah sama lelaki ataupun suami gw. Meski gw tau gw harus menghormati dan menurut pada suami, namun tetep aja, ga selamanya suami atau lelaki itu bisa menjadi teladan.. Jadi biarbagaimanapun, selain gw harus menurut pada suami gw kelak, tetep aja gw juga harus berkata TIDAK atau SALAH ketika dia melakukan yang tidak benar, bukan berarti gw mau ngelawan suami tapi gw atau anak gw nanti memiliki hak untuk ngerasa nyaman dan bahagia sementara suami gw memilki kewajiban untuk ngelindungi anak istrinya, bukan malah mengasari dan membuat ga nyaman, seperti yang dilakukan Ayah brutal tadi (bener de, rasanya pengen gw ceburin tuh orang).&lt;br /&gt;Gw pernah denger pepatah yang mengatakan bahwa "cinta anak sepanjang galah namun cinta orangtua sepanjang jalan". Namun setelah gw liat perilaku anak kecil tadi, gw jadi belajar bahwa ternyata ga semua anak yang cuma sepanjang galah aja cintanya ma orangtua, ga cuma anak aja yg durhaka ma orangtua. Toh kita tau banyak orangtua yang ninggalin anaknya, memperkosa anaknya, menjual anaknya, menjadikan anaknnya yang masih kecil sebagai tulang punggung yg mengharuskannya menafkahi orangtua itu (pengemis kecil dijalan kan gitu), sementara sang orangtua berleha2 menunggu hasil kerjaan anaknya untuk dipakai foya2. Jadi menurut gw, ga selalu anak yang durhaka ma orangtua, tapi juga ada beberapa fenomena orangtua durhaka sama anaknya.&lt;br /&gt;Gw sekarang jadi kepikiran sama anak dan ibu tadi dan akhirnya gw juga mikirin buat orang-orang yang senasib ma mereka (baik yang gw kenal ataupun semua orang yang mengalaminya), apa yang saat ini sedang terjadi dengan mereka? Saat gw nulis ini pun gw kepikiran mereka, apa mereka sekarang sedang tertidur pulas atau sedang diperlakukan kasar ma suami atau ayah mereka? Banyak banget ya ternyata yang lebih buruk nasibnya dibandingin kita, jadi seharusnya kita selalu merasa bersyukur atas apa yg kita miliki dan yg terjadi dalam hidup kita ini, meski memang tidak sedikit yang lebih baik hidupnya dibanding kita, tapi BANYAK JUGA YANG HIDUPNYA LEBIH BURUK DIBANDINGKAN KITA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw jadi mikir lagi, katanya semua orangtua SAYANG sama anaknya,&lt;br /&gt;Namun, kalau sayang kenapa harus KASAR?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-8822920553731317471?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/8822920553731317471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=8822920553731317471' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/8822920553731317471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/8822920553731317471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2007/10/kalau-sayang-kenapa-harus-kasar.html' title='KALAU SAYANG, KENAPA HARUS KASAR?'/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-7749717581660490046</id><published>2007-10-07T09:34:00.000-07:00</published><updated>2007-10-07T11:09:54.936-07:00</updated><title type='text'>Agama (Sarana persatuan Bangsa atau Pemicu Konflik Umat beragama?)</title><content type='html'>Kalau kita berbicara mengenai peran agama dalam kehidupan kita sehari-hari, alangkah sangat krusial dan dilematis bgt. Disatu sisi agama merupakan pedoman kita untuk hidup, namun disisi lain, jika kita melihat real nya, agama dimana-mana dijadikan sebuah alasan dalam berbagai konflik yg ada. banyak kubu2 berbeda keyakinan yg mengatasnamakan agama dalam mempertahankan idealisnya.&lt;br /&gt;seperti banyak masalah terjadi ttg perang antar umat beragama yg sering terjadi dibeberapa daerah, baik di lingkup Indonesia maupun lingkup Dunia. belum lama ini yang terjadi di Indonesia adalah kasus Poso. Banyak pertumpahan darah dan korban meninggal hanya karena masalah yg ga jelas. banyak juga dari korban-korban yang meninggal itu sebenernya ga tau inti dari masalahnya. mereka hanya merasa perlu bertindak dalam rangka kesetiaan dan kesolideran mereka terhadap agama dan rekan-rekan sesama agamanya. padahal belum tentu juga apa yang mereka bela itu benar...&lt;br /&gt;itu masalah langsungnya. lalu bagaimana dgn masalah yg tidak langsungnya?&lt;br /&gt;peran media massa sangat penting dalam hal ini. ketika sebuah media massa memberitakan ttg pertikaian umat beragama disalah satu daerah, case yang akan muncul adalah reaksi dari masyarakat diluar daerah tersebut. sudah menjadi pengetahuan umum bahwa masyarakat dunia, khususnya masyarakat kita yang selalu menerima mentah-mentah apa yg mereka lihat tanpa akan menelaahnya terlebih dahulu. hanya sebagian kecil masyarakat yg akan melihat sisi lain dari masalah yg timbul.&lt;br /&gt;mayoritas dari mereka, akan melalakukan tindakan. entah dengan mengintimidasi dan penjegalan  orang-orang dari agama yg berbeda, ataupun demo disana-sini. perbuatan2 tersebut dilakukan atas nama&lt;br /&gt;SOLIDERITAS...&lt;br /&gt;namun yg perlu ditekankan adalah, Solider untuk hal apa? atau Solider dalam bentuk bagaimana?&lt;br /&gt;mereka kan ga tau apa yg sebenar-benarmya terjadi. penjegalan-penjegalan yg dilakukan bukan malah akan ngebuat masalah baru? bukan malah meruncingkan masalah?&lt;br /&gt;selain itu juga, sering terjadi penjegalan dari beberapa pihak terhadap orang yg berbeda agama dari diri mereka. padahal pihak korban penjegalan itu tidak mengerti apa-apa...&lt;br /&gt;kan kasian korban yg ga ngerti apa-apa itu...&lt;br /&gt;masalahnya, knpa banyak orang terlalu berpikiran sempit gt c? emg ga da ya cara yg lebih baik?&lt;br /&gt;terus buat apa belasan tahun kita belajar PPKN? PPKN kan mengajarkan kita untuk saling menghormati antar umat beragama. negara kita kan menjamin hak kita untuk memeluk agama menurut kepercayaan kita masing2, tp knp masih sering terjadi konflik yg berbau agama?&lt;br /&gt;emg ga ada sedikitpun yg nyantol apa dari pelajaran PPKN yg isinya ttg Toleransi, Tenggang rasa, hormat-mengormati dan kawan2nya itu?&lt;br /&gt;Toh kita semua percaya bahwa semua agama mengajarkan baik. namun ternyata semua masih tergantung dgn personnya masing2 jg ya? Realnya adalah bagaimana kita atau semua orang menalaah ajaran agama nya masing2. ga ada satu agama pun yg mengajarkan ttg pertikaian dan permusuhan...&lt;br /&gt;Makanya, tolong dong jangan mengotori ajaran agama yg suci dgn perbuatan2 anarkis dan ga bermoral serta jauh dari estetika.&lt;br /&gt;gw inget bgt pelajaran PPKN dulu, disana ada teori yg mengatakan bahwa kita harus fanatik terhadap agama kita sendiri, tapi fanatik buat diri kita masing2. kita ga boleh fanatik keluar, yg artinya bahwa kita ga boleh memaksakan pendapat kita dan merasa bahwa agama kitalah yg paling benar.&lt;br /&gt;kalo teori itu bener2 dilakukan oleh semua orang yg ada didunia ini, gw yakin bgt kalo kerukunan antar umat beragama pasti akan tercipta dan ga kan ada lg yg namanya permusuhan. toh kita sama2 percaya bahwa kita diciptakan oleh Tuhan yang sama, Tuhan yang Esa. so, seharusnya kita harus saling mengasihi dan menghormati. kita cuma beda dalam cara berpikir dan beribadah serta mengucap syukur...ketika itu semua berbeda kita ga kan bisa sama dalam persepsi, jd ga da gunanya kalo kita maksain idealis kita. iya ga c?&lt;br /&gt;kembali lg ke peran media massa. jika masalah SARA terjadi, seyogiyanya media massa harus bener2 memperhatikan dan mempertimbangkan bagaimana isi dan penyampaian berita itu. jgn sampe ada keberpihakan kpd salah satu kubu dan memojokan kubu lain. Pertimbangan itu harus dilakukan karena mayoritas dari masyarakat kita kalau dalam hal agama jarang ada yg bisa berpikiran Liberal, meski orang itu sangat moderat. Moderat kan belum tentu liberal.&lt;br /&gt;Media harus bersikap netral tanpa ada pemberian opini sedikitpun. serta alangkah lebih baik lg jika pihak media menggunakan sistem Jurnalisme Damai. Dimana media akan berusaha menjadi mediator terhadap pihak-pihak yg bertikai dgn tujuan untuk melerai dan mendamaikan pihak2 yg bertikai itu..&lt;br /&gt;ngomong-ngomong soal orang liberal, baru2 ini jogja TV mendapat ancaman dari FPI karena menyiarkan program acara berjudul 'Kongkow bareng Gusdur' (tokoh islam yg sangat liberal dan gw ngefans bgt akan pemikirannya yg sanagt logis dan liberal, meski gw kristiani). program acara ini bertajuk ttg lintas agama. FPI merasa berang akan Gusdur. mereka mengancam jika acara tersebut terus ditayangkan, FPI akan menghancurkan gedung Jogja TV. akhirnya Jogja TV menghentikan penayangan acara tersebut. gw ga mau mengomentari apa-apa ttg perbuatan FPI ini. gw cuma menyayangkan sikap yg dilakukan FPi karena menurut gw acara ini sangat bagus dalam upaya membangun pengetahuan dan menciptakan kerukunan antar umat agama. yg paling bikin berang, di sebuah forum ttg masalh ini, ada orang yg comment kalo perbuatan FPI benar karena jika ada seorang liberal memberikan ceramah artinya sama aja menyesatkan umat beragama. ga tau d gmn dan dimana benernya pernyataan orang ini..&lt;br /&gt;Gw prihatin bgt akan FPI, bukan bermaksud memojokan, tapi sudah menjadi pengetahuan umum bahwa FPI sering bertindak anarkis dalam banyak hal, meski mungkin maksud FPI baik namun alangkah sangat lebih baik jika FPI tidak menggunakan sistem anarkis dalam mengatasi sebuah masalah..(sebelum masalah Jogja TV, FPI melakukan pengrusakan kpd warung makan yg berjualan dibulan puasa).&lt;br /&gt;so, ada baiknya kita kembali lg berintrospeksi akan keberadaan agama di dalam hidup kita.&lt;br /&gt;apakah kita setega itu menjadikan agama yg mengajarkan hal baik dan berkedudukan sangat suci sebagai sebuah pemicu konflik?&lt;br /&gt;ATAU..&lt;br /&gt;apakah sebaiknya kita menghargai dan mau mengikuti ajaran agama untuk menjadikannya sebagai sarana pemersatu bangsa dan menjadikannya wadah berkumpulnya orang2 yang percaya akan Tuhan serta membuat kita menjadi manusia yang menciptakan kedamaian dimanapun dan dalam hal apapun?!...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-7749717581660490046?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/7749717581660490046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=7749717581660490046' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/7749717581660490046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/7749717581660490046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2007/10/agama-sarana-persatuan-bangsa-atau.html' title='Agama (Sarana persatuan Bangsa atau Pemicu Konflik Umat beragama?)'/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-1375913880321431333</id><published>2007-10-03T08:04:00.001-07:00</published><updated>2007-10-03T08:58:48.836-07:00</updated><title type='text'>JANGAN LIAT TAMPANG..!!!!</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Sebenernya c cuma intermezo aja, sebuah pengalaman yg pernah gw rasain yg akhirnya ngebuat mata dan pikiran gw menjadi lebih terbuka lg tentang dibalik sesosok orang...&lt;br /&gt;begini ceritanya :&lt;br /&gt;liburan semester kemarin kan gw pulang ke jakarta dan pada suatu hari gw janjian ma sodara gw di blok M.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;awalnya gw mau naik Bus way, tp klo dr t4 gw (kampung melayu-red) mesti 2x transit n makan waktu lama bgt gt...akhirnya gw lebih memilih naik bus kota arah kampung melayu-blok M. gara2 busway, mayoritas bus jadi dikit penumpang. gw dpt bus yg sepi n t4 duduk pewe bgt (dkt jendela n sendiri pula duduknya). akhirnya bus pun melaju menuju blpk M. Ga brapa lama naiklah seorang pengamen bertampang preman.. banyak codet dimukanya, dandanan nya menyeramkan dan nakutin bgt. karena bus dijakarta terkenal bnyak copet ataupun rampok, gw dah takut bgt, scara gw cuma pergi sendiri n ga banyak penumpang pula. akhirnya untuk membuat nyaman dan mengantisipasi supaya gw ga di apa2in, gw mengambil posisi semenjorok mungkin supaya tuh pengamen ga bisa liat gw, terus gw merem n pura2 tidur biar dia ga ngubris gw. setelah ucapan pembuka sang pengamen selesai dia mulai gonjreng2 gitarnya, awalnya gw ga tau itu lagu apa, karena intro nya ga jelas. tapi begitu dia mulai nyanyiin lirik pertama lagu nya, gw kaget setengah mati. pengamen yg udah gw takutin dan gw duga2 jahat,  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;nyanyiin lagu rohani kristen. awal lagu yg pertama lirinnya gini : hari ini kurasa bahagia, berkumpul bersama saudara Seiman, trus reffnya gini : Bergandengan tangan dalam kasih dalam satu hati... lagu kedua judulnya Sejauh timur dari barat n lagu ketiga judulnya Seperti rusa rindu... ( buat yg kristiani pasti tau lagu2 ini ).&lt;br /&gt;gw langsung melek n ngeliat pengamen bertampang preman itu nyanyiin lagu2 nya dengan senyum iklas.. SUMPAH gw ngeras jahat bgt.. gw dah nganggep tuh pengamen jahat hanya karena tampangnya nyeremin n kaya preman...&lt;br /&gt;itulah salah satu sifet jelek manusia yg selalu menilai orang cuma dr tampang, cuma dr penampilan luarnya, tanpa berpikir sedikitpun adanya kemungkinan2 dibalik semua itu.&lt;br /&gt;kali aja codet dimuka tu pengamen ada karena dia berantem ma berandalan untuk membela keluarganya, atau temannya, atau dia pernah dikeroyok preman beneran hingga akhirnya dia terpaksa berdandanan ala preman supaya ga dijahatin orang. atau mugkin dia cuma mampu berdandan seperti itu karena hanya mampu membeli baju2 yg seperti preman. mungkin uangnya dipake untuk menghidupi keluarganya...&lt;br /&gt;Siapa yg tau c apa yg harus dia tanggung?&lt;br /&gt;meski mungkin kemungkinan2 yg gw ungkapakan diatas td belum tentu bener, plg tidak gw sudah mencoba untuk berpikir positif, lagipula gw mendapatkan sebuah pelajaran lain dr dia, pengamen yg gw sangka preman itu seolah2 Menampar muka gw sekenceng2nya.. karena pada hari itu adalah hari minggu dimana seharusnya gw ke gereja. tp gw malah maen ke Blok- M n dah sangat berpikiran negatif ttg orang hanya karena ngeliat tampangnya aja. pada saat itu juga, gw berpikir kalo orang yang dah gw sangka jahat atau mafia merupakan perpanjangan tangan Tuhan. Tuhan bekerja untuk mengingatkan gw atau penumpang yg ada di bus melalui pengamen bertampang preman ini. alangkah mahadahsyatnya memang ya Tuhan tu. Ia bekerja secara tidak langsung namun melalui relitas sosial yg ngebuat kita berpikir, belajar dan mengambil hikmahnya sendiri..&lt;br /&gt;untuk menebus kesalahan karena gw dah berprasangka buruk ke pengamen itu, gw akhirnya memberi uang lebih. apalah artinya uang yg tidak begitu banyak dr gw untuk dia dibandingkan pembelajaran dan hikmah yg gw dpt melalui orang bertampang preman ini... bener2 ga sebanding uang yg gw kasih dibandingin hal2 yg gw dapet karena dia..&lt;br /&gt;meski di bus itu panas bgt, gw ga nyesel ataupun ngeluh karena gw bisa bertemu orang seistimewa itu.. kali aja dia sebenernya malaikat tanpa dia sadar.. meski dia hanya seorang pengamen bertampang preman, gw menganggapnya sebagai perwujudan malaikat...&lt;br /&gt;negatif thinking itu emang ga salah, tp gunakanlah pada &lt;b&gt;porsi yg tepat&lt;/b&gt;.. gunakan hal itu untuk kita waspada, karena kita ga pernah tau apa yg akan terjadi...&lt;br /&gt;namun alangkah baiknya lg kalo kita bisa selalu positif thinking, karena selain sehat, kita juga bisa mendapat pembelajaran yg sangat indah dari hal itu. kita ga pernah tau kalo hanya melihat permukaan aja, ada baiknya kita memikirkan kemungkinan2 yg ada dibalik atau dibawah permukaan itu...&lt;br /&gt;maka gw setuju bgt adannya asas hukum negara kita, yaitu PRADUGA TAK BERSALAH...&lt;br /&gt;yuk bareng2 kita terapin itu... karena gw ataupun kalian semua bisa belajar dari setiap realitas hidup yg ada...&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;semoga kejadian yg gw alamin ini bisa menjadi pembelajaran buat kalian semua..&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                                        regards...&lt;br /&gt;                                                                                                                                            -sha-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-1375913880321431333?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/1375913880321431333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=1375913880321431333' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/1375913880321431333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/1375913880321431333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2007/10/jangan-liat-tampang_03.html' title='JANGAN LIAT TAMPANG..!!!!'/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-4747974924960108345</id><published>2007-09-30T10:03:00.001-07:00</published><updated>2007-09-30T10:08:28.847-07:00</updated><title type='text'>Peranan Pers Daerah dalam Dinamika Pers Nasional</title><content type='html'>Oleh : elza ARd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Masa pemerintahan Soeharto yang merupakan masa kediktatoran dalam segala aspek kehidupan bangsa Indonesia dan termasuk pers didalamnya. Pada saat itu, pers Indonesia tidak mempunyai kemerdekaan dalam pemberian informasi khususnya pemberitaan mengenai pemerintahan. Bahkan yang lebih mengenaskan lagi, pada rezim Soeharto tersebut di buat Departemen Penerangan yang menjadi momok media cetak Indonesia karena sering mengintimidasi dengan ancaman pencabutan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP). Hal tersebut merupakan praktek umum di bawah rezim Orde Baru Soeharto, yang tertutup terhadap kritik dan tidak toleran terhadap perbedaan pandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis pers di Indonesia juga dapat ditandai dengan tindakan 7 pemimpin redaksi media massa besar Indonesia yang secara serentak mengirimkan ’surat minta maaf’ kepada Presiden Soeharto pada 26 januari 1978 sesudah medianya dilarang terbit oleh Kopkamtib. Media-media tersebut adalah Kompas, The Indonesia Times, Pelita, Sinar Harapan, Merdeka, Sinar Pagi, dan Pos Sore. Permintaan maaf semacam itu juga dilakukan Majalah Tempo pada 1 Mei 1982. Kejadian-kejadian seperti itulah yang sempat menjadi keprihatinan bagi praktisi Pers Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Namun akhirnya pasca tumbangnya Soeharto dan sistem pemerintahannya, pers di Indonesia mengalami masa liberalisasi. Pers tidak lagi mengalami kesulitan dalam pemberian informasi kepada khalayak Indonesia. Hanya saja saat ini meski pers Indonesia sudah tidak di jajah oleh pemerintah, namun di jajah oleh pihak-pihak pemegang saham atau pihak-pihak yang dapat mempengaruhi media itu sendiri. Adanya politik media yang terjadi di dalam lingkup pers baik nasional ataupun daerah, dapat menjadikan krisis pers seperti pada masa orde lama meski tidak serupa dan tidak kentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan era reformasi yang di pelopori oleh mahasiswa, terjaminlah kebebasan pers. Fungsi pers di Indonesia menjadi lebih optimal, meski terkadang tidak obyektif. Terjaminnya kebebasan pers, dewasa ini cenderung di salah gunakan oleh para praktisi media. Banyak kasus terjadi dengan mengatasnamakan kebebasan pers. Buntutnya, media yang tidak terlibat terkena damapaknya karena budaya Indonesia yang menganut asas ’stereotype’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Peran pers dalam pembuatan opini publik juga sangat besar. Terlebih lagi bagi masyarakat dari kalangan yang kurang berpendidikan. Bagi kalangan ini, mereka menerima mentah-mentah apa yang mereka dengar atau yang mereka baca. Unsur ini terkadang di manfaatkan oleh para pelaku media. Menjadi suatu praktek umum di mana media massa di berbagai wilayah tak bisa beroperasi sebagai perusahaan yang sehat, tidak profesional, dan menunjukkan ketergantungan yang sangat besar pada dinamika yang terjadi dalam politik lokal (mulai dari soal langganan koran oleh kantor-kantor pemerintah, iklan ucapan selamat kepada pejabat, hingga berbagai bentuk suap lainnya).&lt;br /&gt;Dengan sedang ’in’ nya media massa dalam sistem kehidupan di Indonesia di tambah lagi dengan perubahan sistem pemerintahan Indonesia dari sentralisasi menjadi desentralisasi, berpengaruh juga pada perkembangan media di daerah. Banyak orang mendirikan pers di berbagai tempat, namun tak sedikit pula yang akhirnya menutup penerbitannya karena berbagai persoalan. Masalah keuangan menjadi faktor utama tutupnya berbagai surat kabar di daerah. Namun kekecualian terjadi pada surat kabar atau terbitan lain yang memiliki afiliasi dengan grup penerbitan besar.&lt;br /&gt;Faktor finansial lah yang biasanya menjadikan  media daerah Indonesia tidak independen. Media daerah ini terpaksa terlibat permasalahan politik ekonomi media agar tetap hidup dan berkembang. Padahal khalayak yang berada di daerah sangat bergantung atau berpanutan pada media-media yang ada di daerahnya masing-masing. Untuk itulah di perlukan independensi media daerah untuk bisa memberikan keobjektifan berita pada khalayaknya.&lt;br /&gt;Namun bukan hanya pada kasus itu saja yang dapat di lihat dari perkembangan media di daerah. Peran pers daerah juga sangat berpengaruh pada segala sistem kehidupan, terutama pada sistem politik dan sistem pemerintahan daerah. Salah satu faktor keberhasilan PILKADA adalah karena keterlibatan besar pers daerah. Kedewasaan pers daerah yang tidak bergantung lagi pada pers nasional dapat di acungkan jempol. Bahkan pers daerah saat ini mampu menyaingi pers nasional atau pers ibukota. Terbukti dengan gebrakan Jawa Pos yang awalnya merupakan koran daerah Surabaya dan sekitaran Jawa Timur, saat ini Jawa Pos dapat bersaing dengan koran nasional dengan mampu terbit di seluruh Indonesia. Dengan kemampuan itu, saat ini Jawa Pos sudah di akui menjadi koran nasional.&lt;br /&gt;Bukti real lainnya di pandangnya perkembangan pers daerah adalah dengan di buatnya komunitas 10 koran daerah oleh Surya Paloh, seorang tokoh media. Ke-10 media tersebut adalah Harian Atjeh Post dan Mingguan Peristiwa di Banda Aceh, Harian Mimbar Umum di Medan, Harian Sumatra Ekspres di Palembang, Harian Lampung Pos di Bandar Lampung, Harian Gala di Bandung, Harian Yoga Pos di Yogyakarta, Harian Nusa Tenggara dan Bali News di Denpasar, Harian Dinamika Berita di Banjarmasin, dan Harian Cahaya Siang di Manado.&lt;br /&gt;Tujuan di buatnya komunitas yang di bawahi oleh PT  Surya Persindo yang sengaja di buat oleh Surya Paloh adalah agar pers daerah menjadi melek terhadap demokrasi dan hidup dalam kebebasan pers untuk membawa negara ini tiba pada sebuah perubahan yang lebih baik.&lt;br /&gt;Pers daerah yang mayoritas merupakan anak dari media nasional atau pun mempunyai kerjasama dengan media nasional, tak dapat di pungkiri sudah dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada pers nasional. Meski pers daerah tetap masih terkait dan tidak terlepas dari dinamika arus pers nasional, kemampuan pers daerah dalam memfungsikan peranannya sudah layak mendapatkan pengakuan.&lt;br /&gt;Pers daerah mampu berdiri sejalan dengan pers daerah untuk mengontrol sistem politik dan sistem pemerintahan Indonesia. Seyogyanya media daerah dan nasional mampu berperan dan menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai ciri mereka yang menganut keobjektifitasan dalam proses pemberitaan. Selain pers daerah di berikan hak dalam adanya kebebasan pers, pers daerah juga mempunyai tugas untuk mengontrol pemerintah daerah.&lt;br /&gt;Selain itu juga, pers daerah juga mempunyai tugas untuk memublikasikan jurnalistik. Tugas ini dapat di artikan sebagai kemampuan pers daerah membuka diri seluas-luasnya akses bagi publik bawah yang ingin mengartikulasikan sikap dan kepentingannya dalam pers daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan pers daerah dalam perkembangannya yang menakjubkan serta peran mereka dalam memfungsikan diri dengan baik tidak dapat terlepas dari kerjasama para deretan pengelola media itu sendiri dan wartawan-wartawannya. Kejelian dalam pencarian dan pembuatan berita menjadi proporsional dengan peran eksternal pers daerah. Dengan dedikasi yang dimiliki oleh sumber daya manusia medianya, membuat persaingan antar media daerah dijadikan motivasi untuk dapat memberikan yang terbaik bagi khalayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali contoh keberhasilan-keberhasilan dari pers daerah. Di antaranya keterlibatan pers daerah dalam pilkada. Lalu, banyaknya penghargaan yang di dapat media-media daerah. Contohnya saja SURAT Kabar Harian Pos Kupang pada 15 Agustus 2006 yang lalu berhasil mendapat penghargaan Dewan Pers sebagai salah satu surat kabar harian terbaik Indonesia 2005. Serta penghargaan pada media daerah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan pers berkat reformasi membuat pers berhasil membuktikan dedikasinya.  Dalam catatan tahunan Aliansi Jurnalis Independen pada tahun 2004  terlihat bahwa sebuah grup penerbitan paling luas di Indonesia memiliki jumlah penerbitan empat kali lipat dibandingkan pada masa akhir Soeharto. Kecenderungan yang sama juga terlihat pada grup penerbitan lain, dan pada waktu yang sama juga banyak media-media lain di berbagai wilayah Indonesia yang mencoba terbit secara independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi yang di sepakati bersama bahwa pers adalah pilar keempat demokrasi akan berasungsur menjadi sebuah fakta apabila pers nasional dapat menghargai pers daerah dengan mengajaknya berjalan seiring. Hal tersebut menjadi vital jika dikaitkan pada tugas pers sebagai fasilitator informasi serta mediator antara pemerintah dengan khalayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah keprofessionalan pers sangat perlu dimaksimalkan dan jangan sampai menjadi pemicu konflik dengan keberpihakan media pada salah satu pihak. Dengan begitu, media akan menjadi sebuah wadah stabilitas yang akan menyeimbangkan kehidupan bangsa. Selain independensi serta kemandirian dari pers daerah, adanya kerjasama serta bimbingan dari media nasional akan membantu terciptanya  kedinamisan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-4747974924960108345?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/4747974924960108345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=4747974924960108345' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/4747974924960108345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/4747974924960108345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2007/09/peranan-pers-daerah-dalam-dinamika-pers.html' title='Peranan Pers Daerah dalam Dinamika Pers Nasional'/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-5118291044660834428</id><published>2007-09-26T10:42:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T11:49:28.639-07:00</updated><title type='text'>Berbeda Itu Indah</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;semua orang ribut ttg perbedaan... ga sreg ma si itu lah, ga suka ma caranya orant ini lah. bukan mau menghakimi atau bagaimana, tp gw liat hampir semua orang selalu merasa dirinya lah yg paling bener serta cara yg mereka pilih dan lakukan lah yg terbaik. selalu menilai cara orang lain gak bener dan hanya melihat cacat nya orang lain...kaya cuma kita aja yg bener...&lt;br /&gt;Tuhan itu maha hebat, toh kita percaya bahwa Ia mampu menciptakan manusia tanpa ada yg sama plek... knp  kita terkadang  menge-jugde orang tanpa berpikit panjang? tanpa pernah melihat dari sisi keberbedaan? knp semua orang selalu menuntut orang lain untuk sama dgn diri mereka? bahkan temen gw bilang &lt;b&gt;kalo gw mematok suatu hal yg menyangkut dgn orang lain dgn prinsip "semua orang itu beda-beda" artinya masalah selesai sampe situ tanpa kita bisa kasih pendapat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;hmm...gw sangat tidak setuju dgan argumen itu, gw ga bilang kalo kita ga boleh kasih pendapat, gw jg ga bilang kalo prinsip gw bener(helo, gw juga cuma manusia biasa yg punya banyak kekurangan). maksud gw adalah ketika kita kasih pendapat ttg orang lain dan caranya, gw ga pgn menyalahkan dan memghakimi orang itu dan caranya yg mereka pilih (itu prinsip gw loh... dan gw ga pernah memaksa temen gw itu ataupun orang lain untuk sama dgn gw. Kan itu prinsip gw, semua orang bisa suka atau tidak). gw cuma tidak mau melihat dan berbicara ttg bener dan salah orang lain, pertama karena pernyataan bener dan salah itu relatif, tergantung mau lihat dari sisi mana kita melihatnya dan kedua karena gw ga berhak untuk menilai benar dan salahnya cara yg diambil oleh setiap manusia.&lt;br /&gt;semua Agama dan hukum negara menjamin &lt;b&gt;hak&lt;/b&gt; setiap insan manusia yang ada dimuka bumi ini (statement ini terlepas dari &lt;b&gt;bener dan salah&lt;/b&gt; lho). dan gw melihat dari sisi itu untuk mengambil prinsip dan menentukan cara berpikir dan hidup gw. benar-benar terlepas dari benar-salahnya orang lain. karena gw tidak berhak akan hidup orang lain, dan gw juga ga mau orang lain berhak akan hidup gw.&lt;br /&gt;tapi kembali lg karena orang itu beda-beda, meski gw ga sependapat sama analisisnya temen gw, gw ga bisa mengatakan bahwa temen gw salah(sekali lg, itu hak nya dia). gw sama dia beda, dan dalam hal ini ttg pola pikir kita. kita cuma berpikiran beralawanan arah, temen gw gitu, gw gini. kita kan diciptakan dengan keberbedaan satu sama lain, si A ini, si B itu, si O anu. dan itulah mahadahsyatnya Tuhan.&lt;br /&gt;namun menurut gw, seperti yg sudah banyak gw kemukakan kpd temen2 yg mengenal deket gw bahwa adalah benar ketika kita bisa menerima perbedaan dari setiap manusia yg notabene berakal dan berbudi serta berakhlak mulia(baca:benarkah?) karena ketika kita sudah dapat menerima perbedaan itu, artinya kita sudah mampu menerima orang lain dgn apa adanya. dan karena gw adalah seorang elza ARd, yg selalu berharap semua orang dapat menerima gw dgn apa adanya gw, bagaimanapun gw, maka untuk bisa mendapatkan hal itu, adalah pertama yg gw lakukan yakni menerima orang lain dengan apa adanya dan bagaimanapun dia….dan selalu gw terapin hal itu.&lt;br /&gt;gw bangga mempunyai Tuhan yg unik, yg abstrak, yg menciptakan banyak misteri hingga Ia membuat banyaknya perbedaan di semua orang, di setiap aspek hidup ini. dan gw sangat bersyukur Tuhan memberikan sebuah anugerah yakni semua yg ada di diri gw termasuk anugerah dgn memberikan pola pikir dan kelapangan dada di gw untuk menerima semua perbedaan. saat ini menurut gw adalah bagaimana kita menyikapi ttg perbedaan yg diberikan Tuhan. apakah sebagai hal yg harus dijadikan konflik seperti "beneran gw apa lo" atau anugerah yg bermakna positif? karena menurut gw, sampai kapanpun perbedaan itu gak akan pernah bisa disatukan, tapi seharusnya untuk diselaraskan.&lt;br /&gt;gw memilih untuk menganggap bahwa perbedaan yang diberikan Tuhan itu sebagai sebuah ANUGERAH.......&lt;br /&gt;karena &lt;span style="background: rgb(255, 0, 0) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Berbeda itu Indah..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;so bagaimana dgn kalian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-5118291044660834428?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/5118291044660834428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=5118291044660834428' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/5118291044660834428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/5118291044660834428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2007/09/berbeda-itu-indah.html' title='Berbeda Itu Indah'/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-2589134586510906124</id><published>2007-09-24T09:58:00.001-07:00</published><updated>2007-09-24T10:55:39.954-07:00</updated><title type='text'>Goresan Pena (sebuah memory di 1 SMA)</title><content type='html'>Kualunkan pena dalam taburan bintang&lt;br /&gt;tapi aku tak pandai memainkan kata,&lt;br /&gt;Menjadi untaian kata yang indah,&lt;br /&gt;bak perisai bunga di Taman Eden...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku bukan lagi seorang pemberani&lt;br /&gt;Mungkin aku hanya seorang pengecut sekarang..&lt;br /&gt;Aku takut bermain dengan kata cinta&lt;br /&gt;seperti memainkan api..Aku takut terbakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingin menyakiti dan disakiti&lt;br /&gt;Mungkin Bumi tidak lagi dapat dipijak&lt;br /&gt;Tapi apakah perasaan yang datang ini?&lt;br /&gt;kadang getarannya pelan..&lt;br /&gt;kadang menggelegar seperti badai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau inikah gerangan cinta yang kurasakan lagi?&lt;br /&gt;atau hanya emosi semata?&lt;br /&gt;oh..aku takut&lt;br /&gt;seperti laut tak lagi bersahabat dengan kita,&lt;br /&gt;aku tidak tahu,&lt;br /&gt;hanya Tuhan yang tahu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inginku mempercayai kata-kata manismu&lt;br /&gt;tapi aku takut..&lt;br /&gt;takut terluka lagi...&lt;br /&gt;takut..kalau itu hanya sebuah omong kosong&lt;br /&gt;hingga nanti burungpun akan enggan untuk bernyanyi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takut dan tidak ingin memain-mainkan cinta&lt;br /&gt;aku hanya seorang gadis lugu&lt;br /&gt;yang masih buta akan makna cinta sesungguhnya.&lt;br /&gt;aku masih muda..&lt;br /&gt;dan merasa optimis bahwa jalan hidupku masih panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak ingin sombong dan munafik&lt;br /&gt;yang merasa kenal dan dekat sekali dengan cinta..&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi gadis angkuh,&lt;br /&gt;tapi aku luluh karenamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takut mengatakan "Aku Cinta Kamu"&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi orang yang BERTANGGUNG JAWAB,&lt;br /&gt;dengan segala apa yang telah aku ucapkan&lt;br /&gt;Aku ingin benar-benar mencintaimu..&lt;br /&gt;Hingga bumi dapat dipijak kembali,&lt;br /&gt;Dan laut pun dapat bersahabat dengan kita lagi,&lt;br /&gt;Serta burung tak enggan untuk bernyanyi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencintaimu..&lt;br /&gt;Seperti Pena mencintai Tintanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                               elza 'ARd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-2589134586510906124?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/2589134586510906124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=2589134586510906124' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/2589134586510906124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/2589134586510906124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2007/09/goresan-pena-sebuah-memory-di-1-sma_24.html' title='Goresan Pena (sebuah memory di 1 SMA)'/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-465547325978421358</id><published>2007-09-20T10:22:00.000-07:00</published><updated>2007-09-20T10:23:35.427-07:00</updated><title type='text'>sebuah asa</title><content type='html'>setiap asa yang bermakna selalu memiliki esensi tak ternilai untuk segala aspek yang ada di muka bumi ini, ketika sebuah asa menjadi cacat,esensi yang ada didalamnya pun ikut terluka...&lt;br /&gt;namun, akan selalu ada sebuah pembelajaran yang menjadi proses hidup ini, meski melalui kecacatan asa..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-465547325978421358?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/465547325978421358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=465547325978421358' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/465547325978421358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/465547325978421358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2007/09/sebuah-asa.html' title='sebuah asa'/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-2226778067691717569</id><published>2007-09-20T09:55:00.000-07:00</published><updated>2007-09-20T10:15:14.337-07:00</updated><title type='text'>...aku adalah...</title><content type='html'>adalah aku yang selalu merepotkanmu...&lt;br /&gt;adalah aku yang selalu menyakitimu...&lt;br /&gt;adalah aku yang terkadang melukaimu hingga membuatmu menangis...&lt;br /&gt;adalah aku yang selalu membuatmu susah...&lt;br /&gt;adalah aku yang selalu durhaka kepadamu...&lt;br /&gt;adalah aku yang selalu mengeluhkan semua pengorbanamu untukku...&lt;br /&gt;adalah aku yang terkadang meragukanmu...&lt;br /&gt;adalah aku yang selalu menuntut semua hal kepadamu...&lt;br /&gt;adalah aku yang selalu khilaf dengan lupa menghormatimu...&lt;br /&gt;adalah aku yang selalu bertindak sesuka hati...&lt;br /&gt;adalah aku yang terkadang meremehkanmu...&lt;br /&gt;adalah aku yang terkadang lupa untuk brterimakasih kepadamu...&lt;br /&gt;adalah aku yang terkadang melupakanmu...&lt;br /&gt;namun,&lt;br /&gt;adalah aku yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu, mengabdi kepadamu, menghargaimu&lt;br /&gt;yang selalu ingin membuatmu bangga, tertawa untuk menghapuskan tangismu,&lt;br /&gt;yang ingin selalu menyanjungmu, membelamu, memberikan keselamatan untukmu, memberikan kebahagiaan, menerima apa adanya dirimu untuk semua hal, menghapus airmata dan peluhmu,&lt;br /&gt; yang ingin mengangkat semua bebanmu meski aku yang harus menanggungnya...&lt;br /&gt;adalah aku yang ingin memberikan semua jatah kebahagiaan dan keselamatanku yang diberikan Tuhan, untukmu...&lt;br /&gt;adalah aku yang selalu menyayangimu, papaku...&lt;br /&gt;seorang Agustinus Widiyanto Elda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-2226778067691717569?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/2226778067691717569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=2226778067691717569' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/2226778067691717569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/2226778067691717569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2007/09/aku-adalah.html' title='...aku adalah...'/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4201591571078866999.post-3921855626851347537</id><published>2007-09-18T10:43:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T10:12:03.273-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/RvAO-6QzMFI/AAAAAAAAAAM/JtbZM5jP7TY/s1600-h/%C2%A4%C2%A7H%40%C2%A4%C2%A7H%40%C2%A4-edit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/RvAO-6QzMFI/AAAAAAAAAAM/JtbZM5jP7TY/s320/%C2%A4%C2%A7H%40%C2%A4%C2%A7H%40%C2%A4-edit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111602051019911250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4201591571078866999-3921855626851347537?l=elza-supermodel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/feeds/3921855626851347537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4201591571078866999&amp;postID=3921855626851347537' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/3921855626851347537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4201591571078866999/posts/default/3921855626851347537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elza-supermodel.blogspot.com/2007/09/blog-post.html' title=''/><author><name>elza-supermodel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09916873396834941862</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/SabUs3xXXlI/AAAAAAAAAA0/wFJa4yic91s/S220/DSC02000.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hh8zwSuTQhk/RvAO-6QzMFI/AAAAAAAAAAM/JtbZM5jP7TY/s72-c/%C2%A4%C2%A7H%40%C2%A4%C2%A7H%40%C2%A4-edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
